`

lni Motif Ayah Kandung dan Ibu Tiri Tega Menganiaya AN

lni Motif Ayah Kandung dan Ibu Tiri Tega Menganiaya AN Pelaku dan barang bukti diamankan polisi

STV.CO.ID, Kutai Kartanegara - Kepolisian dari Satreskrim Polres Kutai Kartanegara terus melakukan pengembangan terkait kasus yang menimpa AN, bocah berusia 4 tahun yang dianiaya ayah kandung dan ibu tirinya sendiri.

NA, ayah kandung korban serta HA, ibu tiri korban yang resmi ditetapkan tersangka oleh kepolisian mengaku sering kesal dengan tingkah laku AN, sehingga tega menyiksa AN. "Saya kesal dengan dia, soalnya sering menyembunyikan pakaian kotor setelah buang air, berkali-kali saya tanya tidak dijawab, setelah saya pukul baru dia kasih tunjuk celananya disembunyikan, di pakaian bersih yang baru saya cuci," ungkap HA, ibu tiri korban.

Selain kerap mendapat pukulan dari ibu tiri, AN juga kerap mendapat perlakuan dimasukkan ke dalam karung dengan ancaman dibuang ke sungai Mahakam saat si ibu tiri merasa kesal. "Saya taruh ke bawah karungnya, terus saya suruh dia masuk dia nurut aja, terus saya ancam mau buang ke sungai Mahakam, dia bilang ampun bu aku nggak nakal lagi aku janji. Jadi setiap dia nakal saya ancam masukkan ke dalam karung," ungkap HA

Sementara itu, sang ayah kandung turut mengakui, telah tega memukul AN lantaran kesal dengan anaknya yang bermain pisau membahayakan adik AN yang masih berusia 1 tahun." Adiknya mau dicucuk pakai pisau, pernah saya lihat terus saya ambil pisaunya, namanya saya emosi, terus saya pukul pakai sapu sampai patah," tutur NA ayah kandung korban.

Kapolres Kukar, AKBP Anwar Haidar, didampingi Kasat Reskrim Polres Kukar, AKP Damus Asa, mengatakan, motif pelaku tega menyiksa korban lantaran, pelaku kerap merasa kesal dengan korban, selain itu keduanya kerap melampiaskan kekesalan terhadap korban saat ada masalah di dalam keluarga. "Kedua pelaku sering merasa jengkel terhadap anaknya dan tidak mengerti keinginan anaknya, selain itu kedua pelaku juga ada permasalahan di keluarga sehingga melampiaskan ke anaknya, dan perbuatan ini telah berulang-ulang dilakukan oleh kedua pelaku," kata Damus Asa.

Dari hasil penyidikan polisi diketahui, prilaku kasar kedua pelaku terhadap AN telah dilakukan sejak awal tahun 2019 lalu. "Kurang lebih dari awal tahun sejak Januari sampai saat ini, kurang lebih 6 bulan," jelas Damus Asa.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga dan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. "Polrea Kukar menghimbau terhadap orang tua agar selalu mengawasi anaknya, karena tingkah laku anak ini variatif dan belum dapat dipertanggung jawabkan perbuatannya, sewajarnya kita sebagai orang tua mendidik mereka dengan baik dan benar, tentunya dalam pengawasan dan kesabaran." tutup Damus Asa. (fdl)

 

BACA JUGA: Ayah Kandung dan Ibu Tiri AN Diamankan Polisi, Akui Lakukan Penyiksaan

BACA JUGA: Sopir Truk Minta Polisi Tegas Tangani Mafia Solar

BACA JUGA: Diduga Tabrak Lari, Mobil Travel Diamuk Warga

Penulis: Redaksi STV.CO.ID

Artikel Terkait