`

Jaang ke Jerman Kunjungi Putrinya, dapat Firasat, Sebelum Berangkat Kumpulkan Pejabat

Jaang ke Jerman Kunjungi Putrinya, dapat Firasat, Sebelum Berangkat Kumpulkan Pejabat foto Morsed/STV.CO.ID

STV.CO.ID, Samarinda – Setelah ramai di pemeberitaan media massa dan media sosial, mempertanyakan keberadaan Syaharie Jaang, Wali Kota Samarinda saat Kota Tepian mengalami musibah banjir, melalui siaran pers, Syaharie Jaang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda menyampaikan keberangkatannya ke Jerman untuk mengunjungi putrinya An-Nuur Wanda Tisya Anugrah yang sedang kuliah memasuki hampir dua tahun.

"Sebelum berangkat, hari raya pertama jam 20.00 WITA saya rapat dengan Sekda, Asisten I dan Camat se-kota Samarinda untuk antisipasi masalah sosial, kondusifnya kota karena pasca Pemilu, termasuk kalau ada banjir, kebakaran, tanah longsor dan lain-lain supaya semua maksimal. Ini saya sampaikan terkait keberangkatan saya yang kurang lebih 10 hari dengan perjalanannya," ucap Jaang melalui panggilan LINE pribadinya.

Jaang mengaku dirinya memiliki perasaan akan teradi sesuatu hal di Samarinda, untuk itu dirinya telah memberikan mandat kepada pejabat di Samarinda.

"Makanya berkali-kali saya pesan kepada sekda, asisten terlebih camat agar sigap, respon dalam penanganan musibah. Berhubung wawali tidak ada, penanggung jawab adalah sekda dibantu asisten, staf ahli, kepala OPD dan camat. Sekda pun tetap berkoordinasi dengan saya, seperti mau menetapkan status Tanggap Darurat, hari Sabtu lalu waktu kami transit menuju Jerman, juga berkoordinasi," beber Jaang.

Jaang menyebutkan dirinya sudah mendapatkan izin dari Mendagri yang prosesnya memakan waktu 2 bulan di Kemendagri dan juga sudah lapor kepada Gubernur Kaltim.

Jaang mengaku sangat prihatin dengan musibah sehingga menuntut jajarannya dibawah koordinasi Sugeng Chairuddin, selaku Sekretaris Kota Samarinda untuk maksimal melakukan penanganan terhadap korban banjir.

BACA JUGA: Cara Atasi Banjir, Isran Sebut Samarinda Butuh Pawang

"Soal mendoakan, saya bersama ibu sehabis shalat selalu mendoakan Samarinda agar selalu dijauhkan dari bencana, musibah, pertikaian, kota kita aman, kondusif, anak anak kita menjadi anak yang sholeh/sholehah. Termasuk banjir ini, saya sama istri mendoakan cepat surut, yang sakit segera diberikan kesembuhan dan dilimpahkan rejekinya," imbuhnya.

Jaang mengakui menyiapkan keberangkatan ini selama 6 bulan, mereka terlebih dahulu mengumpulkan dana yang tidak sedikit untuk menemui putrinya yang tahun ini tidak boleh pulang karena sedang program menjadi relawan Anak Berkebutuhan Khusus.

Jaang menyampaikan salam dari putrinya  kepada warga.

"Dia (putrinya) terus memantau banjir melalui medsos. Istri saya juga titip salam, bahkan kemarin majelis taklim binaan istri sudah membagikan nasi kotak kepada korban, dan juga mempersilahkan warga menjadikan lantai bawah sekretariat PKK untuk mengungsi," katanya.

Jaang menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran yang terus melaksanakan penanganan terhadap korban banjir, Forkompinda, relawan-relawan dari berbagai organisasi dan pihak swasta.

"Salam untuk Forkompinda terutama Kapolres dan Dandim, terimakasih," ucap Jaang. (yd)

Penulis: Redaksi STV.CO.ID

Artikel Terkait