`

Kreator Asal Kukar Berpeluang Sabet Juara Film Maker World Cup 2019

Kreator Asal Kukar Berpeluang Sabet Juara Film Maker World Cup 2019 Amato Rahmadi

STV.CO.ID, Kutai Kartanegara – Amato Rahmadi, pria 21 tahun asal Kutai Kartanegara merupakan salah seorang finalis Film Maker World Cup 2019.

Ia satu-satunya yang mewakili Indonesia dalam ajang ini, bersaing dengan sejumlah negara seperti; Amerika Serikat, Jerman, Norwegia, Finlandia, dan Argentina.

Film Maker World Cup merupakan ajang persaingan konten kreator yang diinisiasi seorang youtuber asal Norwegia. Dalam ajang ini setiap episodenya peserta diberikan tema oleh penyelenggara, untuk membuat konten video dengan durasi 15 hingga 30 detik. Dari video tersebut ada 3 unsur yang dinilai juri yakni keahlian, emosi, dan kreatifitas.

"Dengan durasi yang singkat diberikan juri sekitar 15, 20, 30 detik, peserta dituntut memanfaatkan waktu semaksimal mungkin, sehingga dalam setiap video bisa menarik perhatian juri" tutur Amato Rahmadi.

BACA JUGA: Nasdem Belum Bahas Pilwali, Zuhri: Siap Bila Ditugaskan Partai

BACA JUGA: DLH Samarinda Himbau Tak Buang Sampah Saat Idul Fitri

Film Maker World Cup 2019 saat ini telah memasuki episode ke-6 sekaligus menjadi final challenge, penentuan hasil akhir penyabet jawara Film Maker World Cup 2019.

Amato Rahmadi masih ditempel Nicky, kreator asal finlandia dengan raihan poin yang sama yakni 14 poin, lalu diikuti Adrian Valrntine asal Amerika Serikat pada peringkat ketiga dengan 8 poin, dan disusul peserta dari negara lain.

"Masih berjalan, sabtu 1 juni 2019 pengumpulan karya untuk episode ke-6, atau episode penentuan pemenang,” tambahnya.

Berikut judul video milik Amato Rahmadi sejak episode 1 hingga episode 6:

Episode 1 "Just a Toothbrush"

Episode 2 "Viral"

Episode 3 "Borneo boys"

Episode 4 "The crazy office"

Episode 5 "Teddy and Bear"

Episode 6 "Thanks", merupakan rangkuman seluruh video mulai episode 1 hingga episode 6.

Amato Rahmadi kerap disapa Madi, mengaku tidak menyangka bisa menjadi finalis Film Maker World Cup 2019, pasalnya ia bersama rekannya hanya iseng dan hobi membuat video, serta kerap mengikuti lomba video give away dari media sosial karena berlatar belakang sebagai pelatih teater di sejumlah sekolah. Bahkan mulanya Ia ragu mengikutkan video garapannya ke ajang tersebut.

"Saya coba mendaftar dan saya kaget durasi yang diberikan cuma 15 detik, karena udah terlanjur kita buat, dan menurut saya hasil awalnya buruk dipengambilan gambar ngeblur, namun kami coba kirim, saat pengumuman ada di posisi kedua," ujanya.

selama 7 bulan, Madi merahasiakan dari rekan-rekannya bahwa mengikuti ajang ini, karena takut kalah dan malu. Ia mengaku ingin membuktikan bahwa kreator di kalimantan juga berkualitas dan mampu bersaing di ajang internasional.

Madi memohon doa masyarakat Indonesia, khususnya kalimantan timur, untuk mendoakan agar Ia bisa menjadi jawara dalam ajang Film Maker World Cup 2019, sehingga bisa membawa harum nama Indonesia di kancah dunia.

Madi juga berpesan bagi generasi muda untuk terus berkarya dan jangan takut mencoba.

"Jangan takut mencoba, karena guru yang paling hebat adalah pengalaman dan assistennya yaitu kegagalan,” Pungkasnya (fdl)

Penulis: Redaksi STV.CO.ID

Artikel Terkait