`

Awas!! Kosmetik Oplosan Beredar di Samarinda, Pelaku Sudah Beroperasi 4 Tahun

Awas!! Kosmetik Oplosan Beredar di Samarinda, Pelaku Sudah Beroperasi 4 Tahun YP saat diamankan di Polresta Samarinda

STV.CO.ID, Samarinda – Puluhan kosmetik oplosan yang dikemas dalam wadah putih tanpa logo BPOM diamankan Satuan Unit Ekonomi Khusus (Eksus) Satreskrim Polresta Samarinda. Melalui akun media sosial Instagram @yunita_lation, kosmetik tanpa izin edar ini terjual bebas hingga keluar pulau Kalimantan.

Pelaku berinisial YP (25) tidak bisa berkutik saat diamankan petugas di kediamannya di jalan Bung Tomo, Gang Hidayah, Samarinda Seberang, pada Kamis (5/9/2019) sekitar pukul 14.30 Wita. Diketahui YP sedang meracik sejumlah kosmetik yang biasa ia pasarkan kepada konsumennya. 

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Damus Asa melalui Kanit Eksus, Ipda Reno Chandra Wibowo menjelaskan, pengungkapan ini bermula saat anggotanya mendapatkan laporan bahwa salah satu rumah memproduksi kosmetik racikan. Mulai dari produk lulur maupun handbody yang diduga tidak memiliki izin edar.

“Setelah mendapat laporan, kami langsung menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikian dan pengecekan. Ternyata benar, sejumlah barang langsung kami amankan dan kami bawa ke Mako Polresta Samarinda,” terang Reno.

YP mengaku membeli bahan untuk meracik kosmetik seperti bleaching susu sapi, Kelly, dan bahan tambahan lainnya dari salah satu pasar yang berada di daerah Perniagaan. “Takarannya saya  kira-kira sendiri, dari racikan ini saya mendapatkan keuntungan per bulan Rp 2,5 juta sampai Rp 3,5 juta dengan menjualnya melalui media sosial,” bebernya. 

YP mengatakan, dirinya mendapatkan ide untuk membuat racikan lulur serta handbody lotion pemutih tersebut, dari seseorang yang menjual bahan baku racikannya di Pasar Pagi Samarinda. “Saya diajarin orang, dan sudah menjalankan usaha kurang lebih sekitar empat tahun,” tambahnya.

Pelanggan kosmetik tanpa izin edar ini ternyata tidak hanya tersebar di Samarinda, tetapi juga dari luar daerah seperti Jakarta, Palembang, dan Surabaya. “Untuk mengantarkan pesanannya, pelaku  menggunakan jasa kurir yang sudah dia pekerjakan sekitar lima bulan lalu, sedangkan untuk di luar daerah, pengiriman melalui ekspedisi,” tutur Reno. 

Saat ini pelaku dan barang bukti kosmetik oplosan sudah diamankan di Mako Polresta Samarinda. Selain mengamankan barang bukti, petugas juga mengamankan dua buah ember yang digunakan untuk membuat adonan kosmetik, sebuah sendok adon, satu unit mixer, dan sebuah timbangan digital. 

Kepolisian dari Polresta Samarinda terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini terkait adanya pelaku lain yang melakukan penjualan kosmetik oplosan.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 197 Jo pasal 106 (1) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dan atau pasal 62 ayat 1 Jo pasal 8 (1) Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. (la)

Penulis: Redaksi STV.CO.ID

Artikel Terkait