`

Awas!! Pemilik Kontrakan Bisa Dipidana Jika Tutupi Transaksi Narkoba di Kontrakannya

Awas!! Pemilik Kontrakan Bisa Dipidana Jika Tutupi Transaksi Narkoba di Kontrakannya Kasi Pemeberantasan BNN Samarinda mintai keterangan pemilik rumah kontrakan di jalan Hasan Basri

STV.CO.ID, Samarinda – Untuk mengelabui petugas, para pengedar narkoba kerap menyewa rumah kontrakan untuk dijadikan loket penjualan narkoba di Samarinda. Hal ini membuat geram petugas kepolisian, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN) Samarinda. 

Pasalnya, perpindahan dari satu tempat ke tempat lain dilakukan setiap kali mereka mencium petugas yang akan melakukan penindakan. Para pengedar biasanya berpindah-pindah kontrakan. Yang mengherankan, pemilik kontrakan terkadang seakan tidak peduli, siapa yang menempati rumah dan akan digunakan untuk apa. 

Senin (16/9/2019), BNN Samarinda melalui Badan Penyidik BNN melakukan pemanggilan terhadap pemilik rumah kontrakan yang berada di jalan Hasan Basri, Gang 1, Kelurahan Temindung Permai, yang baru saja digerebek oleh petugas dengan dugaan dijadikan loket transaksi penjualan narkoba jenis sabu.

Pemilik rumah berinisial SR (45) dimintai keterangan oleh petugas, terkait rumah kontrakannya yang beberapa hari lalu digeledah. Menurut keterangan SR, dirinya tidak mengetahui bila rumah yang ia kontrakan dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba.

"Pemanggilan ini pertama kalinya kami lakukan. Hal ini merupakan upaya kami agar para pemilik rumah kontrakan juga harus mengetahui akan dijadikan apa rumah kontrakannya. Selama ini, rata-rata pemilik rumah kontrakan saat dimintai keterangan mengaku, tidak mengetahui rumahnya tersebut dijadikan loket transaksi narkoba," tutur  Ahmad Fadholi, Humas BNN Samarinda.

Siti Zaekhomsyah, Kepala BNN Samarinda menerangkan, pihaknya akan menindak tegas para pemilik rumah kontrakan yang terbukti mengetahui ada aktivitas tindak pidana narkotika namun tidak melapor. "Kami akan lakukan tindakan tegas kepada pemilik rumah kontrakan, apabila dirinya terbukti menyembunyikan dan tidak melaporkan aktivitas transaksi narkoba kepada pihak yang berwajib," terangnya. 

Para pemilik kontrakan yang ketahuan mencoba menyembunyikan dan tidak melaporkan aktivitas transaksi narkoba, akan  dijerat Undang-Undang 35 Tahun 2009 tentang narkotika, pasal 131 yang berbunyi, setiap orang yang dengan sengaja tidak melapor adanya tindak pidana narkotika maka dapat dipidana satu tahun penjara atau denda Rp 50 juta. (la)

Penulis: Redaksi STV.CO.ID

Artikel Terkait