`

Barang Bekas Gagal Diselundupkan, 120 Karung Baju dan Sepatu Diamankan

Barang Bekas Gagal Diselundupkan, 120 Karung Baju dan Sepatu Diamankan Pelaku diamankan bersama barang bukti

STV.CO.ID, Samarinda – Unit Eksus Satreskrim Polresta Samarinda berhasil mengagalkan penyelundupan sejumlah baju  dan sepatu bekas yang dibawa dari Malaysia, melalui jalan poros Samarinda-Bontang. Barang selundupan ini diamankan saat melintas di Kelurahan Tanah Merah, Sungai Siring, Senin malam (12/8/2019). Sebanyak 100 kodi baju bekas diamankan sebagai barang bukti.

Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat bahwa adanya pengangkutan barang berupa pakaian dan sepatu bekas yang dibawa dari Tawau, Malaysia ke Samarinda. Setelah mendapat laporan tersebut, Unit Eksus Satreskrim Polresta Samarinda langsung melakukan pemantauan dan berhasil mendapati satu unit kendaraan Truk dengan pelat nomor Polisi KT 8613 AJ berwarna kuning, yang curigai membawa sejumlah pakaian bekas. Saat dilakukan pengecekan, ditemukan 20 karung yang didalamnya terdapat sepatu dan pakaian bekas, petugas pun langsung melakukan pengamanan. Setelah melakukan pengembangan, Sat Reskrim Polresta Samarinda berhasil menemukan kediaman tersangka IK (42).

“Pelaku berinisial IK, telah kami amankan, sebanyak 120 karung pakaian dan sepatu bekas kami temukan di dalam rumahnya yang berada di Sempaja,” ucap Kompol Sudarsono, Kasat Reskrim Polresta Samarinda.

Pelaku berserta barang bukti selanjutnya dibawa ke Mako Polresta Samarinda untuk ditindak lanjuti. Dari pengungkapan ini, Polisi berhasil menyita barang bukti  sebanyak 120 karung pakaian  dan sepatu bekas senilai Rp 100 juta.

Menurut pengakuan pelaku, barang itu diangkut dari Tanjung Selor, Bulungan. Sebelum diangkut menggunakan truk, tersangka mengambil barang tersebut dari Malaysia menggunakan kapal kelotok, kemudian didistribusikan melalui jalur darat. Dirinya juga mangaku, sudah menjalani pekerjaan ini selama 10 tahun. Dengan bermodalkan Rp 100 juta, tersangka mendapat untung Rp 50 juta dari hasil penjualan. Tersangka menjual barang-barang tersebut kepada pengacer di Samarinda. "Tersangka mendapat untung 50 persen yang dijual ke sejumlah pengecer" terang Kompol Sudarsono.

Penyelundupan barang bekas ini dipastikan merugikan negara, lantaran tidak memiliki izin dan lepas dari bea cukai. Atas kejadian ini, tersangka dikenakan pasal 106 UU No 7 tahun 2014, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara . (la)

Penulis: Redaksi STV.CO.ID

Artikel Terkait