`

Bejat!! Kakek Tega Cabuli Cucu Sendiri

Bejat!! Kakek Tega Cabuli Cucu Sendiri Pelaku diamankan pihak kepolisian

STV.CO.ID, Samarinda –  Aksi bejat dilakukan seorang kakek tiri kepada sang cucu yang masih duduk di sekolah dasar. Bahkan aksi tidak senonoh ini sudah dilakukan berulang kali terhadap cucunya. Meski telah diringkus kepolisian, pelaku berinisial HA (65) belum mau mengakui perbuatannya.

"Perbuatan ini sudah berjalan sekitar dua tahunan, korban saat itu masih duduk di kelas VI SD, dan dirinya melakukan perbuatan ini sebelum mengantarkan korban untuk berangkat sekolah," tutur Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Damus Asa, melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Iptu Rihard Nixon, Selasa (10/9/2019).

Aksi tidak senonoh pelaku diketahui sudah dilakukan berulang kali di rumah pelaku yang berada di Sambutan. Pelaku melancarkan aksinya saat semua penghuni rumah telah beraktivitas, saat itulah pelaku mulai menggerayangi dan mencabuli korban. Namun, perbuatan keji pelaku mulai diketahui, setelah korban sempat memberitahukan perbuatan kakeknya itu ke sang nenek. Namun respon dari nenek hanya berkata akan memukul si kakek atas perbuatannya.

Hingga akhirnya sang nenek meninggal dunia, perbuatan pelaku kepada korban semakin menjadi-jadi. Bahkan, tante korban pernah memergoki si kakek tengah menggerayani korban. "Sejak neneknya meninggal, korban pun tidur ditemani oleh tantenya. Dan pernah saat korban tengah tidur bersama tantenya, pelaku mengendap-ngendap masuk ke dalam kamar untuk membangunkan korban, bahkan sempat menggerayangi. Namun, aksinya tersebut diketahui oleh tantenya, dan pelaku berdalih bahwa masuk kamar tersebut karena ingin melihat foto istrinya (nenek)," ungkap Nixon.

Melihat adanya kejanggalan, tante korban lalu melaporkan hal tersebut kepada ibu korban. Namun, ibu korban tidak terlalu menanggapi laporan tersebut. Bahkan, ketika ibu korban menanyakan langsung ke anaknya, dan diiyakan oleh sang anak, ibu korban tetap masih belum mempercayai. "Ibu korban masih belum yakin dengan apa dikatakan tantenya, dirinya menganggap bahwa kakek tidak mungkin tega melakukan hal tersebut kepada anaknya," jelasnya.

Namun untuk memastikannya, ibu korban pergi berkonsultasi dengan psikolog. Dari situ, psikolog  menyatakan bahwa pengakuan anaknya dapat dipercaya. Akhirnya, ibu korban pun melaporkan kejadian itu ke Mako Polresta Samarinda, pada (19/8/2019), dan pelaku berhasil diamankan di rumahnya yang berada di kawasan Sambutan, pada (4/9/2019).

Pelaku hingga saat ini belum mau mengakui perbuatannya tersebut. Padahal hasil visum sudah menjukan bukti dan penyelidikan sudah mengarah kepada pelaku. "Dia tidak mau mengaku, tapi hasil visum sudah keluar dan menunjukan bukti. Namun tak jadi kendala, pelaku tetap kita tahan dan telah kita tetapkan sebagai tersangka," ungkap Nixon.

Saat ditemui awak media, pelaku pun tetap tidak mau mengakui perbuatannya. "Saya tidak mungkin melakukan itu. Saya hanya mengantarkannya setiap hari untuk berangkat ke sekolah, dan saya juga yang kasih uang Rp 7 ribu untuk sangu sekolah," ucap pelaku.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan UU tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman 15 tahun penjara. (la)

Penulis: Redaksi STV.CO.ID

Artikel Terkait