`

Cari Kerja, Dua Anak di Bawah Umur Dipaksa jadi PSK

Cari Kerja, Dua Anak di Bawah Umur Dipaksa jadi PSK ilustrasi

STV.CO.ID, Kutai Kartanegara - Melati (15) dan Mawar (15), warga Kecamatan Muara Badak, awal bulan Juli lalu berusaha mencari pekerjaan di Kecamatan Palaran, Samarinda. Di tengah perjalan, kedua gadis belia ini bertemu dengan BA (64). BA lalu memanfaatkan kepolosan kedua korban, kemudian menghubungi rekannya yang berinisial IW (39), pemilik salah satu wisma di komplek lokalisasi di Muara Jawa, untuk menawarkan korban. 

Tak lama berselang, IW tiba di rumah BA, di Muara Jawa, untuk mengantar korban, dan kemudian IW memberikan upah mencarikan PSK, sebesar satu juta rupiah kepada BA. "BA berperan menghubungkan korban kepada IW, dan mendapat upah sebesar satu juta rupiah," ujar Kapolsek Muara Jawa, AKP Anton Saman. 

Kedua korban kemudian dibawa ke sebuah lokalisasi, di Muara Jawa, untuk dipekerjakan sebagai PSK, melayani pria hidung belang.

Kejadian ini terungkap setelah orang tua Mawar melaporkan ke Polsek Muara Jawa, bahwa mawar tidak pulang ke rumah selama dua bulan, dan menurut informasi Mawar berada di lokalisasi Muara Jawa. "Kedua korban melayani pengunjung dengan upah sekali main sebesar 300 ribu rupiah," kata AKP Anton Saman.

Mendapat laporan tersebut anggota Polsek Muara Jawa,  langsung mendatangi TKP,  di wisma milik IW. Namun kedua korban tidak ditemukan, karena disembunyikan oleh IW. Kemudian Unit Reskrim Polsek Muara Jawa melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut, dan polisi mendapat informasi bahwa korban sudah dilarikan di kelurahan lainnya. Mendapat informasi tersebut, polisi langsung melakukan pencarian, dan menemukan Mawar.

Setelah ditanya polisi, Mawar mengaku dipekerjakan sebagai PSK di wisma milik IW. Kedua korban dipaksa melayani pria hidung belang selama dua bulan tinggal di wisma pelaku. Petugas langsung melakukan pengejaran terhadap IW serta BA, keduanya berhasil diciduk petugas. "Tak ada perlawanan saat ditangkap," paparnya.

Kedua pelaku digelandang ke Mako Polsek Muara Jawa untuk pemeriksaan lebih lanjut. Keduanya dijerat Pasal 2 UU RI No 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo Perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. "Pelaku diancam minimal 15 tahun penjara," pungkasnya. (fdl)

Penulis: Redaksi STV.CO.ID

Artikel Terkait