`

Dinas Lingkungan Hidup Kutim Bingung Gunakan Anggaran Reboisasi Rp 3 Miliar


Setelah mendapatkan alokasi dana reboisasi sebesar rp 3 miliar dari pemerintah pusat, kepala Dinas Lingkungan Hidup Kutai Timur, Ence Achmad Rafiddin Rizal mengaku kebingungan dana tersebut akan digunakan untuk apa. Pasalnya dana tersebut diperuntukkan bagi lahan negara dengan luasan minimal 25 hektare.

Ditemui di ruang kerjanya, Ence Acmad Rizal mengakui jika dana tersebut merupakan dana alokasi khusus reboisasi yang dialokasikan oleh Kementerian Keuangan. Namun dalam pengunaannya secara jelas tidak boleh diperuntukkan di luar dari kegiatan yang berkaitan dengan reboisasi dan penghijauan lingkungan. Seperti kegiatan penghijauan atau penanaman kembali pada daerah sepadan sungai atau daerah tangkapan air dan sumber-sumber mata air.

Yang menjadi permasalahan adalah, menurut Ence Achmad Rizal, jika merujuk pada petunjuk teknis penggunaan dana reboisasi sebelumnya, maka kegiatan reboisasi harus dilakukan pada lahan yang memang milik negara yang tidak dalam penguasaan masyarakat maupun korporasi serta luasannya minimal 25 hektare. Sementara rata-rata lahan di Kutim ini sudah dimiliki baik secara perorangan maupun korporasi. Sedangkan untuk hutan lindung maupun Taman Nasional Kutai, dana tersebut tidak boleh digunakan. Sehingga harus area hutan berstatus APL.

Penulis: Admin

Artikel Terkait