`

DPRD Kaltim Minta Bank Kaltimtara Ikuti Kemajuan Teknologi

DPRD Kaltim Minta Bank Kaltimtara Ikuti Kemajuan Teknologi Nidya Listiyono, SE

STV.CO.ID, Samarinda - Perkembangan teknologi saat ini terus terjadi di berbagai sektor, tak terkecuali di bidang perbankan. Untuk itu, Anggota DPRD Kaltim Nidya Listyono mendorong kepada Bank Kaltimtara agar mampu menyesuaikan dengan era digital 4.0.

 Bukan tanpa alasan ia mendorong BUMD milik Pemprov Kaltim ini untuk terus berbenah dalam kemajuan teknologi. Dengan kemajuan teknologi, selain bisa meningkatkan layanan kepada nasabah melalui teknologi, juga dapat meningkatkan efisiensi bisnis perbankan.

 “Era digital banking menjadi peluang bagi perbankan di Tanah Air untuk lebih berinovasi memberikan layanan kepada nasabah. Inovasi tersebut dibutuhkan untuk menyikapi persaingan seiring pesatnya pertumbuhan financial technology (fintech),” terang pria yang akrab disapa Tyo ini.

 Menurut Politikus Golkar Ini, teknologi digital sangat berdampak pada efisiensi biaya yang dikeluarkan oleh perbankan. Selain itu, efektivitas dalam bertransaksi bagi nasabah akan sangat mudah dirasakan.

 “Perubahan perilaku konsumen menuntut perbankan untuk lebih adaptif dengan teknologi digital. Karena jika tidak, maka perbankan berpotensi ditinggal nasabah. Sehingga, perbankan, khsusunya Bank Kaltimtara harus bisa menyesuaikan,” sebutnya.

 Untuk itu, lanjut Tyo, perbankan harus memanfaatkan era digital banking sebagai peluang untuk meningkatkan performance perbankan secara keseluruhan. “Arahnya kita dorong perbankan untuk sinergi dan kolaborasi dengan fintech di era digital banking,” tuturnya.

 

 Anggota Komisi II DPRD Kaltim ini menjelaskan, nilai atau value dari sebuah perbankan terhadap nasabah yakni sebuah kenyamanan dan keamanan. Dalam kaitannya dengan teknologi, ia menilai hal itu perlu dibarengi, jika tidak tentu akan merugikan.

 “Perbankan harus siap memberikan pelayanan yang bagus dan optimal. Namun pelayanan bagus tidak hanya berbicara di kantor cabang saja. Tetapi juga pelayanan berbasis elektronik seperti ATM, EDC, Internet banking, sms banking dan lain-lain,” kata dia.

 Meski demikian, Tyo ini mengakui, perkembangan digital banking kedepannya tentu tidak terlepas dari sejumlah tantangan, terutama perlindungan nasabah dan dampak terhadap ekonomi secara luas. “Perlindungan dan edukasi maupun literasi kepada nasabah menjadi pekerjaan rumah kita,” tandasnya. 

 

Penulis: Redaksi STV.CO.ID

Artikel Terkait