`

Gara-gara Nonton Video Porno, Pelajar SMP Setubuhi Bocah 5 Tahun

Gara-gara Nonton Video Porno, Pelajar SMP Setubuhi Bocah 5 Tahun ilustrasi

STV.CO.ID, Samarinda – Seorang bocah berusia 5 tahun menjadi korban tindak asusila yang dilakukan remaja berusia 13 tahun. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (9/8/2019) sekitar pukul 15.00 Wita. Di salah satu kampung di Lok Bahu, korban saat itu berangkat mengaji. Namun di perjalanan, korban bertemu pelaku yang langsung menarik tangannya. Sempat melawan, tapi korban akhirnya tak berdaya dibawa ke sebuah pondok di tengah kebun.

“Korban ditarik tangannya, dan dipaksa pelaku menuju pondok. Awalnya korban diraba bagian dadanya, setelah itu disetubuhi pelaku,” tutur AKP Damus Asa, Kasat Reskrim Polresta Samarinda.

Damus mengungkapkan, kasus ini terungkap setelah salah satu warga mencurigai pondok yang ada di tengah kebun tersebut. Pasalnya, di bangku pondok terdapat bercak darah yang masih menempel. “Saksi mengatakan, ada bercak bekas darah di pondok tersebut,” tambahnya.

Menurut pengakuan pelaku, dirinya melakukan tindak asusila tersebut akibat menonton video porno bersama rekan sebayanya. Usai melakukan persetubuhan, pelaku mengancam korban untuk tidak melaporkan atau mengadukan kejadian ini kepada siapapun. Korban pun bungkam dan tidak berani mengatakan kejadian tersebut ke orang tuanya.

"Dalam perjalanan,  pelaku mengatakan untuk tidak bilang ke siapa pun dan laporkan ke polisi. Nah, karena itulah korban ini tidak berani ngomong ke orang tuanya," terang AKP Damus Asa.

Orang tua korban mencurigai sikap aneh anaknya. Bahkan anaknya mengalami sakit sejak kejadian itu. Tetapi korban belum juga berani mengaku kepada orang tuanya. Korban pun dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Saat itulah korban mengaku.

Oleh dokter, keluarga korban disarankan melapor kejadian itu kepada polisi. Setelah mendapatkan laporan tersebut, Kamis (19/8/2019) pihak kepolisian dari Polresta Samarinda langsung menangkap pelaku di sekolahnya. Pelaku dijemput oleh petugas untuk dimintai keterangan. Pelaku pun akhirnya mengakui perbuatannya.

"Untuk pelaku tidak dilakukan penahanan, karena masih di bawah umur. Tetapi, berkasnya sudah kita kirim ke kejaksaan untuk dipelajari lebih lanjut. Nantinya, mereka yang akan mengambil alih kasus ini, apakah akan dijatuhi hukuman atau  nantinya dikembalikan ke orang tuanya, namun tetap diberikan pembinaan kepada pelaku,” ungkap Damus. (la)

Penulis: Redaksi STV.CO.ID

Artikel Terkait