`

IKN Baru Berkonsep Livable Cities, Isran: Modalnya Itu Bahagia

IKN Baru Berkonsep Livable Cities, Isran: Modalnya Itu Bahagia Bambang Brodjonegoro Kepala Bappenas, bersama Isran Noor Gubernur Kaltim

STV.CO.ID, Balikpapan – Bambang Brodjonegoro, Kepala Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyampaikan Bappenas telah memiliki rancangan pembangunan ibu kota negara (IKN) baru di Kaltim dengan konsep standar internasional.

Hal ini disampaikan Bambang dalam sambutan talk show rancang bangun dan kesiapan Kalimantan Timur sebagai ibu kota negara di Novotel Balikpapan, Selasa (1/10/2019). Nantinya IKN baru tidak hanya melihat Jakarta, Bandung, dan Surabaya, dalam role model pembangunannya. Namun membangun kota yang livable cities. Kota-kota seperti Viena, Melbourne, Sidney, Osaka, Kanada, Tokyo dan beberapa kota dunia yang masuk dalam kategori most livable cities. Konsep inilah yang akan diterapkan di Kalimantan Timur.

"Standarnya kota dunia. Harus di depan. Teknologi yang paling maju, telekomunikasi langsung 5G bukan 4G lagi," tuturnya.

Selain bidang telekomunikasi, Bappenas juga menargetkan suplai kebutuhan penuh di IKN kepada masyarakat, seperti ketersediaan suplai gas, listrik, dan air minum. Bambang memberi contoh tentang katersediaan dia bersih. Nantinya di IKN baru masyarakat tidak lagi harus membeli air minum, namun langsung dapat meminumnya dari keran air.

"Sudah saatnya kita bangun IKN baru, airnya langsung minum, bukan air bersih, tapi air minum. Kita jadikan PDAM perusahaan sebenarnya," pungkas Bambang.

Sementara itu, Isran Noor, Gubernur Kaltim dalam sambutannya menyampaikan Kaltim lahir batin siap melanjutkan kontribusinya kepada bangsa sebagai ibu kota negara. “Apa persiapan Kaltim?, yaitu kebahagiaan dan kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur, terutama masyarakat Penajam Paser Utara dan Kukar dan dua kota penyangga Samarinda dan Balikpapan. Itu dulu modalnya, karena kalau sudah bahagia, yang lain urusan kecil mungil. Jadi kalau tidak ada resistensi, tidak ada penolakan, nah itu sudah modal,” ungkap Isran.

Isran Noor menjelaskan masyarakat tidak ada yang menolak pemindahan IKN ke Kaltim, serta tidak takut bersaing dengan pendatang bila IKN telah pindah ke Bumi Etam. “Kenapa, karena penduduk asli Kaltim itu sangat kecil jumlahnya, jauh lebih banyak pendatang daripada lokal yaitu Banjar,Kutai, dan Dayak. Jadi kalau mau tersingkir pastinya sudah dari dulu,” jelasnya.

Diketahui agenda Bappenas di lokasi IKN baru berlangsung selama dua hari, yakni pada 1-2 Oktober 2019. Hari kedua, Rabu (2/10/2019) akan dilakukan kunjungan lapangan kesiapan menjadi IKN, dengan mengunjungi dermaga dan jembatan Teluk Balang, Dermaga ICHI, dll. Dilanjutkan dengan dialog nasional perencanaan dan rancangan IKN di Novotel Balikpapan. (yd)

Penulis: Redaksi STV.CO.ID

Artikel Terkait