`

Jalan Panjang Mi Telur Fredy hingga Menembus Pasar Kaltim

Jalan Panjang Mi Telur Fredy hingga Menembus Pasar Kaltim Wali kota saat kunjungi industri mi telur Fredy

STV.CO.ID, Samarinda – Geliat industri di Kota Tepian, menunjukkan pertumbuhan yang baik. Seperti tampak di pabrik mi telur yang berada di Jalan Padat Karya, Samarinda Utara. Adalah Fredy dan Emy, pasangan pemilik usaha industri olahan mi telur dengan merek dagang Cap Dua Ayam dan Cap Bebek. Memulai usaha rumahan pada tahun 1998, kini industri rumahan tersebut sukses menjadi industri menengah dan telah mempekerjakan sedikitnya 30 pekerja. 

Fredy menceritakan awal ketika merantau ke Samarinda, ia hanya bisa mengontrak rumah toko di jalan Wahid Hasyim untuk memulai usaha memproduksi mi. Namun berkat keuletannya, usaha itu terus berkembang, dan pada tahun 2005 membeli lahan sendiri di daerah Bengkuring. “Karena produksi ini butuh lahan yang besar, kita pakai jemur alami memanfaatkan sinar matahari,” ungkap Fredy, Kamis (5/9/2019).

UD Sarindo Jaya, nama perusahan milik Fredy, kini memproduksi sedikitnya 40 karung mi telur dalam sehari tergantung kondisi cuaca. Dengan dua jenis mi, yakni mi basah dengan merek dagang Cap Dua Ayam dengan masa waktu dapat dikonsumsi empat hari, sedang mi kering dengan merek Cap Bebek tahan sampai berbulan-bulan. Kedua produk mi ini distribusikan tidak hanya di Samarinda, tapi juga sampai ke Bontang, Sangatta, Kota Bangun, dan Melak.

Fredy enggan menyebut omzet per bulan yang ia dapat dari usaha mi telurnya. Namun ia menuturkan, pendapatan yang diterimanya bergantung dari kondisi ekonomi. “Sebelumnya pernah ada hoax formalin, padahal di wilayah Kalimantan Timur aku rasa formalin nggak ada. Karena mi basah di Kalimantan itu beda dengan mi basah di Jawa, kita dikukus, sedangkan mereka itu pakai minyak,” jelas Fredy.

Saat ditanya peranan Pemkot Samarinda pada pelaku industri, Fredy menilai baik. Ia berterima kasih sudah mendapat kemudahan dalam perizinan dan pendampingan. “Semoga ke depannya semakin dipermudah, didukung teruslah, makin hari makin meningkat,” harap Fredy.

Sementara itu, Syaharie Jaang, Wali Kota Samarinda yang ikut melakukan kunjungan ke pabrik mi telur didampingi Kepala Dinas Perindustrian Samarinda, Muhammad Faisal, mengaku bersyukur dengan perkembangan dunia industri yang ada di Kota Tepian. Ia meminta agar pelaku-pelaku usaha didukung dan didampingi.

“Saya lihat perkembangannya cukup bagus, saya minta Pak Faisal untuk memberikan pembinaan dari segi kualitas, jenis, dan kesehatan produknya, dan pemerintah membantu untuk memberikan perlindungan, artinya membantu dalam hal mempermudah perizinan, juga promosi,” jelas Jaang.

Jaang berharap produk industri menengah Samarinda ini tidak hanya dapat dikonsumsi oleh masyarakat Kalimantan Timur. “Ya paling tidak sampai ke Kalimantan Selatan lah, karena paling memungkinkan untuk daya angkutnya,” pungkasnya. (ftr)

Penulis: Redaksi STV.CO.ID

Artikel Terkait