`

Obati Rindu dengan Baso Aci Masa Kini dari Garut

Obati Rindu dengan Baso Aci Masa Kini dari Garut Boci alias baso aci karya UKM Garut yang tengah digandrungi masyarakat

Siapa mau baso aci? Penganan dari bahan dasar tepung singkong dan terigu tersebut, sejak lama selalu menjadi kudapan enak menggemaskan.

Dengan sentuhan Edwin Chino, pegusaha UKM asal Garut, Jawa Barat, makanan yang awalnya terlihat biasa dan sederhana ini jadimenarik. Sensasi pedasnya bikin terus mengunyah.

"Ini kan makanan kampung tapi kita kemas menjadi modern, mantap jiwa," ujar dia saat ditemuiLiputan6.com di dapur adonan boci alias baso aci, di wilayah Garut Kota, Rabu 17 Oktober 2018. 

Menurut dia, ide membuat panganan lokal menjadi produk instan yang cepat saji, teringat kebiasaannya saat remaja dulu. Aa Ginding panggilan akrab dia, memang foodie sejati, bahkan beberapa kudapan tradisional sunda, sudah hafal betul di lidahnya hingga ini.

"Kan banyak orang Garut yang merantau, ternyata mereka merindukan makanan tradisional seperti baso aci ini," kata dia.

Dengan modal seadanya, akhirnya ia memberanikan diri membuat resep sendiri yang dipadupadankan dengan resep bumbu rempah lokal. Hasilnya, baso aci dengan kuah asin, asam, manis.

Mendapatkan angin segar respon pasar cukup positif, dibantu beberapa rekannya akhirnya penganan 'kampung' itu digarap secara profesional.

"Awalnya sempat dicibir, tapi setelah nyoba eh malah ketagihan, dan mereka akhirnya pada pesan," kata dia, menceritakan awal mula dia memasarkan produk Boci-nya itu.

Bukan hanya itu, dengan bantuan media sosial (medsos) dan jaringan pertemanan, lambat laun usahanya terus maju dan berkembang. Tak ayal, produk boci pun bisa dipesan dengan mudah di beberapa agen yang telah ditunjuk.

"Tapi kadang ada juga yang langsung ke sini," ujar dia menunjukan dapur produksi Boci.

Antoni, salah seorang pekerjanya menambahkan, seluruh bahan yang digunakan dalam adonan produk tradisional yang satu ini, tidak ada yang mahal dan cukup banyak beredar di pasaran.

"Bahan dasar utamanya kan tepung singkong dan terigu, terus bahan bumbunya kan tahu semua," ujar dia membuka sedikir resep produk buatannya.

Namun dengan racikan yang luar biasa, ia olah bahan dasar itu menjadi produk yang ditunggu pelanggan. Tak jarang produknya dipesan hampir seluruh wilayah Indonesia.

"Sebenarnya ada yang pesan juga dari luar negeri, tapi kami tidak kuat diongkos pengiriman," ujar Anton.

Dia mengatakan, seiring naiknya pesanan termasuk permintaan ragam menu yang dipesan, produk boci pun berinovasi. Jika awalnya hanya boci polos, namun kini sudah ada rasa daging ayam, termasuk juga jando (bagian otot sapi yang kenyal).

"Kami tambahkan juga cuanki lidah dan tahu, plus jeruk nipis pengganti cuka biar segar," ujar dia bangga.

Anton menambahkan, dibanding produk lainnya, boci yang ia jual terbilang simpel dan gampang diolah. Dalam satu produk kemasan yang cukup menarik, Anda akan menikmati baso aci bulat dan lonjong, cuanki lidah dan tahu, sukro kencur plus jeruk nipis pengganti cuka bagi anda yang hobi pedas dan asam.

Kemudian rebus dengan air panas secukupnya, agar seluruh bahan yang ada matang dan siap saji. "Paling 5-10 menit makanan sudah siap dinikmati," kata dia.

Edwin menambahkan, selain tertarik menghasilkam produk makanan tradisional yang unik, upaya lain yang ia lakukan dengan produksi Boci yakni untuk memberdayakan masyarakat sekitar yang kurang mampu.

"Buat kami bukan cuma usaha, tapi ada nilai keberkahan dan manfaat dengan membuat lapangan usaha baru bagi mereka," kata dia.

Saat ini, meskipun pengemasan produk dilakukan dengan mesin modern, namun jangan salah seluruh produk Boci yang dihasilkan, masih dilakukan secara manual alias tangan langsung. "Ada nilai seninya," ungkap dia.

Rata-rata pegawai boci merupakan kaum hawa dengan pendidikan rendah, namun dengan inovasi produk yang dihasilkan, mereka mampu untuk mengerjakan. "Pokonya asal ada kemauan kami berikan pekerjaan, tapi tentu kita berikam pelatihan dulu," kata dia.

Tak mengherankan, dengan pola kerja layaknya kekeluargaan tersebut, mayoritas pekerja boci adalah pegawai lama yang telah bekerja sejak awal mula produk boci diproduksi 2014 lalu. "Pekerja adalah aset, makanya kita hargai jerih payahnya," kata dia.

Antoni menambahkan, seiring naiknya permintaan dari luar kota, ia berencana memberanikam diri membuka gerai dan otlet penjualan secara umum. "Jadi kami tidak hanya menjual secara online, tapi bisa langsung ke toko," ujarnya.

Nah bagi anda yang masih bingung dengan rencana makan siang atau sore nanti, tidak ada salahnya mencoba makanan kampung asli yang satu ini, bahkan jika ada rencana makan bersama, sepertinya makan baso aci asal Garut boleh dicoba. "Siang, sore all time bisa disajikan dengan mudah," ujar dia menutup pembicaraan.

Penulis: Sistem Check

Artikel Terkait