`

Pembakar Hutan dan Lahan Diancam 15 Tahun Penjara dan Denda Rp 10 Miliar

Pembakar Hutan dan Lahan Diancam 15 Tahun Penjara dan Denda Rp 10 Miliar AKBP Dedy Agustono, Wakapolresta Samarinda

STV.CO.ID, Samarinda – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Samarinda, sedikit banyak juga turut memberikan sumbangan kabut asap yang saat ini menutupi Kota Tepian. Sulaiman Sade, Kepala BPBD Samarinda mengatakan, saat ini dalam satu hari hampir dapat dipastikan terjadi kasus kebakaran lahan. “Kalau di Samarinda rata-rata bisa terjadi 2-3 kali dalam satu hari,” ungkapnya.

Mirisnya, hampir sebagian besar kasus kebakaran lahan di Samarinda akibat kegiatan pembukaan lahan dengan cara dibakar oleh masyarakat. “Meski ada juga faktor ketidaksengajaan seperti membuang puntung rokok di area gambut, namun kemungkinan besarnya itu karena pembukaan lahan,” ujarnya.

Padahal telah banyak peraturan yang melarang kegiatan merusak ekosistem hutan ini. Seperti salah satunya, UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, pasal 78 ayat 3, yang isinya pelaku pembakaran hutan dapat dikenakan sanksi kurungan 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar. Lalu, UU Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan, pasal 8 ayat 1 menyebutkan, seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar, bisa dikenakan sanksi kurungan 10 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Terkait hal ini, AKBP Dedy Agustono, Wakapolresta Samarinda mengatakan, pihaknya saat ini terus melakukan pemantauan tindak pembakaran lahan di Samarinda. “Untuk sementara ini di wilayah Samarinda belum ada yang diproses karena hal itu (pembakaran lahan), namun jika nantinya ada yang tertangkap, kami akan proses sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tegasnya. 

Unsur kesengajaan dalam melakukan pembakaran lahan disebut, menjadi salah satu patokan utama pihaknya dalam melakukan penindakan kasus ini. “Ketentuan dari KLHK kan ada minimal dua hektare, untuk situasi saat ini kami lakukan diskresi agar tidak ada sama sekali yang melakukan pembakaran lahan maupun hutan meski status kepemilikan lahan pribadi,” sebutnya. (fan)

Penulis: Redaksi STV.CO.ID

Artikel Terkait