`

Pemkot Rasionalisasi Anggaran Pilwali Samarinda

Pemkot  Rasionalisasi Anggaran Pilwali Samarinda Sugeng Chairuddin, Sekkot Samarinda

STV.CO.ID, Samarinda – Proses pembahasan anggaran Pemilihan Wali Kota Samarinda, yang akan digelar KPU 2020 mendatang, hingga saat ini masih tarik ulur. Terakhir Pemkot Samarinda memberikan angka Rp 55 miliar, untuk pesta demokrasi lima tahunan ini. 

"Angka ini pertimbangan dari usulan yang diajukan KPU," ujarnya ungkap Sugeng Chairuddin, Sekkot Samarinda saat ditemui di ruangannya, Jumat (6/9/2019). 

Diketahui anggaran awal yang diajukan oleh KPU Samarinda sebesar Rp 73 miliar. Namun dalam perjalanannya angka ini diminta pemkot untuk dirasionalisasikan. Tercatat KPU sudah melakukan setidaknya tiga kali penurunan anggaran yang diajukan, mulai dari Rp 69 miliar turun menjadi Rp 61 miliar, hingga yang terakhir dialokasikan sebesar Rp 57 miliar. Terkait alasan pemkot terus meminta KPU melakukan rasionalisasi anggaran ini, Sugeng menyebut kemampuan anggaran pemkot saat ini menjadi salah satu alasan utamanya. 

"Sekarang kalau duit parkir di sana, terus harus menunggu satu tahun untuk dikembalikan, dan uang kami (pemkot) terbatas, mending kita cermat berhitung. Kan anggaran itu bisa digunakan ke kegiatan yang lain," jelasnya.

Sebelumnya angka yang disetujui oleh Pemkot Samarinda, hanya sebesar Rp 44 miliar. Namun setelah melakukan rasionalisasi merata di seluruh OPD, maka diperoleh angka yang saat ini disetujui. Sugeng menyebut belanja pegawai menjadi salah satu porsi anggaran yang ditekan jumlahnya. Efisiensi belanja  pegawai dipilih karena jumlahnya yang cukup besar dalam penggunaan APBD Samarinda, total 47 persen dari total belanja daerah dialokasikan untuk kegiatan ini.

"Hampir setiap hari kami rapat terus untuk merasionalisasikan anggaran, agar mencapai angka yang bisa disepakati," ujarnya. (fan)

Penulis: Redaksi STV.CO.ID

Artikel Terkait