`

Pengetap BBM Bersubsidi Diciduk, 2 Ton Solar Diamankan

Pengetap BBM Bersubsidi Diciduk, 2 Ton Solar Diamankan Pelaku pengetab BMM subsidi diamankan polisi

STV.CO.ID, Samarinda – Unit Ekonomi Khusus Satreskrim Polresta Samarinda berhasil mengamankan 4 pelaku pengetap bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar, pada Selasa (17/9/2019) sekitar pukul 15.00 Wita. Dari tangan keempat pelaku, diamankan 2 ton solar bersubsidi.

Pengungkapan bermula dari laporan masyarakat terkait adanya sejumlah pengendara jenis truk yang diduga sudah dimodifikasi agar dapat menampung solar lebih banyak.

Pelaku diamankan usai mengetap solar di salah satu SPBU di Jalan APT Pranoto, Samarinda Seberang. Sebelum melakukan penangkapan, petugas terlebih dahulu melakukan pemantauan. Petugas yang sudah melakukan pengintaian sejak pagi, mencurigai saat kendaraan jenis truk berwarna merah dengan nomor polisi DD 8815 MU yang melintas. Petugas langsung mengikuti truk tersebut, hingga akhirnya truk  dihentikan dan dilakukan pemeriksaan di Jalan Harun Nafsi, Rapak Dalam, tepat di gudang penyimpanan BBM.

Petugas mendapati truk tersebut telah dimodifikasi agar dapat menampung lebih banyak solar. Pelaku memasang dua tangki berukuran besar di samping kanan dan kiri truk bagian bawah dengan masing-masing berkapasitas 200 liter, padahal kapasitas tampung BBM yang seharusnya hanya 85 liter.

Dari tangkapan ini, petugas mengamankan tiga pelaku di dalam truk yakni, AS (40), AM (35) dan XF (35). Sedangkan barang bukti yang diamankan, yakni 1 unit truk modifikasi, 2 tandon, 1 unit mesin penyedot air dan selang sepanjang 5 meter.

Tidak hanya itu, di bak truk juga didapati dua tandon besar yang dapat menampung 1 ton solar. Jadi, mekanisme kerja penampungan solar dari SPBU yakni, ketika dua tangki di kolong truk sudah penuh, maka secara otomatis mesin penyedot yang telah terpasang akan menyedot solar ke tandon.

"Sebelumnya kami melakukan pengintaian terlebih dahulu di sekitar SPBU. Setelah itu kami ikuti salah satu truk yang kita curigai, kami berhasil mengamankan truk tersebut di kawasan Rapak Dalam, ada tiga pelaku yang kita amankan,” tutur AKP Damus Asa, Kasat Reskrim Polresta Samarinda.

Tidak berselang lama, sekitar pukul 15.00 Wita, pihaknya kembali mengamankan pelaku pengetap solar lainnya, yakni pria berinisial SB (45) diringkus di Jalan Teratai, Palaran, beserta barang bukti 1 unit truk yang juga telah dimodifikasi bernomor polisi KT 8699 BE.

Pada truk tersebut, pelaku menambah tangki disebelah kiri kolong truk dengan total dapat memuat solar sebanyak 160 liter. Tidak hanya itu, petugas juga mendapatkan 14 jeriken berbagai ukuran dengan total solar sebanyak 245 liter.

Dari hasil pemeriksaan, SB mengaku menyimpan BBM untuk keperluan pribadi agar tidak perlu mengantre di SPBU. Namun demikian, kepolisian tetap memproses pelaku karena perbuatan tersebut tidak diperbolehkan.

"Di hari yang sama dan di waktu yang berdekatan kami juga berhasil mengamankan pelaku lainnya, pelakunya melakukan seorang diri. Jadi kami menangani 2 tangkapan. Jadi total ada 4 pelaku. Tapi antara dua pengungkapan ini tidak  ada saling terkait," ungkap AKP Damus Asa, Kasat Reskrim Polresta Samarinda.

Damus juga menuturkan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap pengelola SPBU, termasuk meminta keterangan pihak Pertamina. "Selanjutnya akan kita mintai keterangan pihak SPBU atas dugaan keterlibatannya, termasuk nantinya pihak Pertamina," jelasnya.

Total dari 2 tangkapan tersebut, kepolisian berhasil mengamankan barang bukti jenis solar kurang lebih sebanyak 2 ton. 

Akibat perbuatan tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 53 B yang berbunyi, setiap orang yang melakukan pengangkutan BBM tanpa izin pengangkutan dan atau setiap orang yang melakukan penyimpanan BBM tanpa izin penyimpanan, dan atau Pasal 53 C Jo Pasal 23 UU RI Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara. (la)

Penulis: Redaksi STV.CO.ID

Artikel Terkait