`

Pintu Gerbang IKN, Samarinda-Balikpapan Wajib Berbenah

Pintu Gerbang IKN, Samarinda-Balikpapan Wajib Berbenah Desain diduga bentuk pembangunan IKN

STV.CO.ID, Samarinda - Presiden Joko Widodo resmi menunjuk Kalimantan Timur, menjadi calon ibu kota negara (IKN). Dalam konferensi pers di Istana Negara, Senin (26/09/2019), lokasi yang ditunjuk adalah sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara dan sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara.

Pemilihan lokasinya yang berada di antara dua kota berkembang, yaitu Balikpapan dan Samarinda, menjadi salah satu pertimbangan pemerintah pusat memilih Kaltim sebagai IKN.

Haryoto, pengamat perkotaan menjelaskan, Balikpapan dan Samarinda harus berbenah mulai saat ini, sebab dua kota ini merupakan pintu gerbang IKN Indonesia, baik melalui jalur laut maupun udara. "Samarinda dan Balikpapan harus segera berbenah karena dua kota ini jadi pintu gerbang. Minimal melakukan perencanaan pembangunan yang sejalan dengan perencanaan pembangunan IKN," kata Haryoto.

Haryoto (tengah) saat mengisi program dialog STV

Dua bandara internasional, Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, di Samarinda dan Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS) di Balikpapan, diyakini menjadi akses utama menuju IKN.

Dari sisi lain, Balikpapan dan Samarinda diprediksi akan menyangga kebutuhan perumahan satu juta Aparat Sipil Negara (ASN), yang bakal hijrah ke Bumi Etam. Tentunya perencanaan pembangunan kedua kota ini harus dipersiapkan dari sekarang.

Kenapa Balikpapan dan Samarinda?. Sebab, keuntungannya dari dua kota ini adalah dari sisi ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat. Sehingga wajar jika nantinya ada sejumlah pengembang perumahan, yang akan menjamur di dua kota berkembang ini.

"Jalan tol itu nanti yang menjadi salah satu akses menuju IKN yang paling efisien. Tentu jika sudah difungsikan, tidak membutuhkan waktu lama jika diakses dari Samarinda dan Balikpapan," jelas Haryoto.

Meski ini proyek besar pemerintah pusat, pemerintah daerah diharap mulai serius membenahi persoalan-persoalan kotanya masing-masing. Seperti Samarinda misalnya, persoalan banjir harus segera diselesaikan, yang sudah tentu bakal menghambat aktivitas masyarakat.

Haryoto merupakan pengamat perkotaan dan lalu lintas di kaltim, Haryoto pengenyam pendidikan di S1 Teknik Sipil, Undip Semarang, dan Pasca Sarjana di ITB. Haryoto mengawali karir di ASN PUPR Kaltim, lalu tahun 2001 pindah ke Pemkota Samarinda, Bidang Perizinan Bangunan dan Penataan Kota, Dinas Cipta Karya dan Tata Kota Samarinda. (sam)

Penulis: Redaksi STV.CO.ID

Artikel Terkait