`

Samarinda Kabut Asap, Jaang Imbau Warga Berdoa Minta Hujan

Samarinda Kabut Asap, Jaang Imbau Warga Berdoa Minta Hujan Kebakaran lahan di dekat areal runway Bandara APT Pranoto

STV.CO.ID, Samarinda - Dari pantauan satelit pada Senin (16/9/2019), ada 220 hotspot atau titik panas di Kaltim. Sementara untuk  Samarinda, tercatat ada empat titik hotspot. Titik panas ada di dua kecamatan, yaitu tiga titik di Kecamatan Palaran dan satu titik di Kecamatan Sambutan. Sutrisno, Prakirawan BMKG Samarinda mengatakan, satu minggu terakhir sudah tercatat ada delapan titik.

"Untuk titik hotspot yang tingkat kepercayaannya di atas angka 80 persen, terdeteksi satu tempat, yaitu di  Kecamatan Palaran," ujarnya.

Sutrisno menambahkan, kepekatan kabut asap yang saat ini terjadi di  Samarinda, kondisinya berubah-ubah setiap menitnya. Hal ini dipengaruhi oleh pola arah angin yang juga terus berubah. "Biasanya konsentrasi kabut asap yang tebal itu di pagi dan sore hari, kemudian untuk siang hari relatif lebih tipis," jelasnya.

Sutrisno menyampaikan, kabut asap yang saat ini menutupi Samarinda, merupakan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di Kalsel dan Kalteng. "Namun tidak menutup kemungkinan asap juga datang dari kebakaran lahan yang ada di Kaltim," ungkapnya.

Syaharie Jaang, Wali Kota Samarinda, mengaku telah menginstruksikan ke seluruh camat dan lurah untuk mengimbau warga agar tidak melakukan pembakaran terbuka. Meski begitu, wali kota dua periode ini menyebut masih ada  masyarakat, sengaja atau tidak melakukan kegiatan tersebut. Jaang pun telah menginstruksikan seluruh lapisan masyarakat di Samarinda untuk berdoa, meminta turunnya hujan. 

"Saya sudah minta semua anak-anak sekolah dan seluruh OPD memohon doa agar diturunkan hujan, agar kemudian kebakaran dan kabut asap dapat hilang," imbuhnya.

Pemkot Samarinda juga berencana menggelar rapat koordinasi semua instansi terkait, baik TNI, Polri, dan OPD. "Karena kalau kebakaran lahan seperti kemarin di dekat runway Bandara APT Pranoto,  yang bergerak baru pemadam kebakaran dan BPBD saja. Harapan saya jika terjadi kebakaran hutan, jam berapa pun semua instansi terkait harus ada di lapangan," harapnya. (fan)

Penulis: Redaksi STV.CO.ID

Artikel Terkait