`

Sarwono Didukung Isran-Hadi di Pilwali Samarinda, Gaspol Kukuhkan Ratusan Relawan

Sarwono Didukung Isran-Hadi di Pilwali Samarinda, Gaspol Kukuhkan Ratusan Relawan Sarwono didampingi Masykur Sarmian kukuhkan relawan

STV.CO.ID, Samarinda – Beberapa waktu lalu, dinamika politik mengempaskannya keluar dari kontestasi pemilihan Wakil Wali Kota Samarinda, pengganti mendiang Nusyirwan Ismail. Namun, dia tak patah arang. Kini, saat figur-figur dari partai belum secara terbuka mengumumkan pencalonannya di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda 2020, Sarwono sudah menghidupkan mesin politiknya. Politisi PKS ini mengukuhkan ratusan relawan, yang mendukungnya bertarung di pilwali, lewat jalur independen.

Rabu (14/8/2019) sore di pelataran Museum Samarinda, Sarwono mengukuhkan ratusan barisan relawannya. Menurut pria berkacamata ini, relawan sudah terbentuk di 10 kecamatan dan 59 kelurahan di Samarinda. Mereka pun akan gaspol selama 3 bulan ini. Relawan Sarwono ditarget mengumpulkan 100.000 KTP sebagai bukti dukungan untuk bertarung di Pilwali Samarinda 2020 melalui jalur independen. 

"Seluruh kecamatan dan kelurahan sudah kami bentuk timnya. Namun memang, masyarakat yang hadir ingin diakui dukungannya, sehingga seluruh peserta yang hadir ikut kami lantik," kata Sarwono. 

Ditanya terkait komunikasi dengan partai politik yang membesarkan namanya, anggota DPRD Samarinda dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku ini merupakan langkah awal. "Sampai sekarang ini belum ada partai politik yang dengan perolehan kursinya sendiri (tanpa koalisi) bisa maju dalam kontestasi Pilwali Samarinda 2020. Sehingga maju lebih dulu menempuh jalur independen, merupakan langkah awal kami berbuat untuk Samarinda," ungkap Sarwono. 

Dalam pidato politiknya, Sarwono menjelaskan jargon yang dia usung: Selamatkan Samarinda. “Ada yang bertanya, kenapa Selamatkan Samarinda? Memangnya apa yang harus diselamatkan? Saat musim hujan, daerah utara bisa kebanjiran sampai dua minggu, apakah itu tidak layak diselamatkan?” tegasnya.

Ia juga menyinggung tingginya tingkat peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Samarinda. Generasi muda Kota Tepian menurut Sarwono perlu diselamatkan dari hal itu. Dia juga menyebut kesulitan air bersih di Samarinda yang tidak masuk akal. Sungai Mahakam merupakan bahan baku air yang lebih dari cukup memenuhi kebutuhan warga. 

Sementara itu, tamu istimewa hadir dalam pengukuhan Relawan Sarwono. Dia Sri Lestari Nusyirwan, istri almarhum Nusyirwan Ismail, Wakil Wali Kota Samarinda yang wafat ketika masa jabatannya belum berakhir.

Sri memberikan dukungannya kepada Sarwono. "Saya mengenal Pak Sarwono ini jujur dan amanah dengan tugas-tugasnya. Sehingga saya dukung ia melanjutkan pembangunan Samarinda menjadi lebih baik," kata Sri. Dia berharap apa yang belum diselesaikan mendiang suaminya, bisa dituntaskan oleh Sarwono nantinya jika terpilih. Sri yakin Sarwono mampu mengemban amanah yang diberikan rakyat.

Dukungan Sri Lestari Nusyirwan menjadi menarik setelah drama pemilihan wakil wali kota Samarinda beberapa waktu lalu. Diketahui, Sarwono merupakan calon kuat pengganti Nusyirwan. Namun, dinamika politik membuatnya terlempar dari pencalonan, dan digantikan Arif Kurniawan. Barkati sebagai kompetitor, akhirnya yang keluar sebagai pemenang.

DIDUKUNG ISRAN-HADI

Pada sore yang beranjak senja, panggung diisi oleh Masykur Sarmian, Pembina Relawan Sarwono. Dengan lantang dan bersemangat dia memberikan dukungannya pada kader andalannya. Masykur dan Sarwono memang sobat kental puluhan tahun.

Keduanya pernah memimpin PKS di tingkat kota Samarinda, hingga DPW PKS Kaltim. “Bapak Sarwono adalah orang yang shidiq, jujur! Kejujuran itu modal penting sebagai pemimpin!” pekiknya. Selain itu, menurut Masykur, sahabatnya itu juga seorang yang amanah.

"Sebelum Bapak Sarwono menyatakan ingin maju, saya sempat bertanya tujuan utamanya. Karena memang tulus ingin membangun Samarinda, jadi saya dukung. Tapi  jika hanya ingin meningkatkan kewibawaan, bakal saya tolak," kata Masykur.

Anggota DPRD Kaltim ini menyebut, ada dukungan moral dari Isran Noor dan Hadi Mulyadi. Dukungan tersebut tentu berarti, karena dua tokoh itu adalah orang nomor 1 dan 2 di Kaltim. "Pada saat meminta restu, kedua pemimpin di Kaltim itu memberikan respons positif. Bahkan mereka terlihat benar-benar memberikan dukungan yang serius," tambah Masykur.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Hadi Mulyadi menjawab singkat tapi lugas. “Saya dukung 1.000 persen,” ujarnya.

Sementara itu, diketahui majunya Sarwono sebagai bakal calon Wali Kota Samarinda ini, tanpa seizin PKS, partai yang membesarkannya. Dimyati Mustofa, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Samarinda mengatakan, majunya Sarwono melalui jalur independen, tanpa sepengetahuan partai. Padahal, DPD PKS masih menganggap Sarwono sebagai kader.

"Yang bersangkutan tidak pernah berkomunikasi akan maju menjadi calon independen. Di internal partai, kami telah membuka seleksi pencalonan Pilwali Samarinda 2020, yang nantinya akan dipilih oleh kader PKS," kata Dimyati. 

Ada 20 orang kader yang akan diajukan ke Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Kaltim, sebagai calon yang diusung PKS. Namun memang, tidak ada nama Sarwono di sana.

Disinggung soal kasus Sarwono yang memilih keluar jalur dari mekanisme partai, Dimyati menyerahkan sepenuhnya kepada Badan Penegakan Disiplin Organisasi (BPDO) PKS untuk melakukan tugas-tugasnya.

"Jika berkaca dari kasus Fahri Hamzah, semuanya diserahkan ke BPDO. Jadi kita tunggu saja hasil pemeriksaannya," tutup Dimyati. (sam)

Penulis: Redaksi STV.CO.ID

Artikel Terkait