`

Satu Hari, Dua Mayat Tunawisma Ditemukan Warga

Satu Hari, Dua Mayat Tunawisma Ditemukan Warga Jasad Wawan saat dievakuasi petugas

STV.CO.ID, Samarinda – Dalam kurun waktu hampir bersamaan, ditemukan dua mayat di lokasi berbeda di Samarinda. Jenazah pertama dengan identitas Wawan (50) ditemukan sekitar pukul 06.30 Wita di Jalan Kebahagiaan, RT 38, Sungai Pinang. Jenazah kedua bernama Abdul Rahman (47) diketahui warga asal Kupang, NTT, ditemukan di Jalan Niaga Timur, Kecamatan Samarinda Kota sekitar pukul 07.00 Wita.

Menurut keterangan warga, Wawan sudah tinggal di pos keamanan lingkungan (poskamling), RT 38 Sungai Pinang, 3 tahun belakangan. Dirinya sehari-hari hanya berdiam di poskamling tersebut. Wawan diketahui merupakan warga Kelurahan Air Putih.

Selama tinggal di poskamling, Wawan kerap diberi makan oleh warga sekitar RT tersebut. Warga merasa iba dengan Wawan yang diketahui tidak memiliki pekerjaan dan sering sakit-sakitan. Diketahui, Wawan memiliki riwayat penyakit stroke dan asam urat. Bahkan, sebagian tubuhnya juga mengalami kelumpuhan.

Jenazah Wawan pertama kali ditemukan oleh Anjas (43), warga sekitar yang hendak mengantarkan makan untuk Wawan. Saat tiba di poskamling, Anjas mendapati Wawan sudah tidak bernyawa.

"Saat saya mau antar makanan. Beberapa kali dipanggil tidak ada respons, ternyata saya cek sudah meninggal dunia dalam keadaan telentang di lantai poskamling. Setelah itu saya beri tahu warga lainnya," ucap Anjas.

Sementara itu, menurut penuturan Suyanto, Ketua RT 38, selama ini dirinya memperbolehkan Wawan untuk tinggal di poskamling karena pos tersebut memang sudah tidak ditempati. "Sudah lama tinggal di situ, mungkin sekitar 3 tahunan lebih. Kadang keluarganya juga berkunjung," ungkap Suyanto.

Jenazah Wawan dievakuasi ke rumah sakit oleh kepolisian dari Polsekta Sungai Pinang dan dibantu relawan sekitar pukul 11.30 Wita.

Sementara itu, jenazah kedua yaitu Abdul Rahman, semasa hidupnya bekerja sebagai buruh pelabuhan. Dia kerap tidur di tempat duduk yang berada di pagar PT Pelindo IV. Abdul diketahui mengidap TBC dan telah mendapat bantuan dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, Dinas Sosial (Dissos) Samarinda. 

"Kami sebelumnya pernah menangani, saat itu dirinya muntah darah dan akan kami bawa berobat. Tapi dia tidak mau, katanya sudah berobat di klinik masjid. Dia juga tidak mau mengaku kalau dia sakit TBC," tutur Sri Ana, relawan TKSK Dissos Samarinda.

"Menurut informasi yang didapat,  beliau di Samarinda tidak punya keluarga, kerjanya di pelabuhan sebagai buruh angkut," tambahnya Sri Ana.

Kedua jenazah dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan visum. Dari kondisi fisik di TKP, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua tunawisma tersebut. (la)

Penulis: Redaksi STV.CO.ID

Artikel Terkait