`

Tiga Rumah Ambruk, Diduga akibat Abrasi dan Kendaraan Besar

Tiga Rumah Ambruk, Diduga akibat Abrasi dan Kendaraan Besar Tersisa puing rumah yang ambruk di Sungai Mahakam

STV.CO.ID, Kutai Kartanegara – Tiga rumah ambruk di jalur poros Loa Kulu-Samarinda, tepatnya di RT 04 Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, pada Kamis (22/8/2019) sekitar pukul 08.00 Wita.

Kejadian longsor diduga akibat kontur tanah di sekitar lokasi mengalami abrasi di sisi Sungai Mahakam. Selain itu, longsor ini juga diduga akibat kendaraan besar yang sering melintas. "Jalan ini bisa patah kalau kendaraan di atas 10 ton itu lewat, karena rumah kami bergetar kalau kendaraan besar itu lewat," ujar Sukri Rimpung, Ketua RT 04 Margasari. 

Warga mengetahui adanya pergeseran tanah sejak beberapa hari lalu, sehingga warga yang rumahnya terdampak sempat mengevakuasi barang-barang ke tempat aman. Selain itu, korban yang terdampak telah mengungsi ke tempat kerabat untuk menyelamatkan diri.

Selain tiga rumah warga yang ambruk, ada tiga rumah lain yang terdampak longsor. Kini warga mulai melakukan evakuasi dan pembongkaran, untuk menyelamatkan material bangunan yang bisa diselamatkan.

Tamsil Ismail, salah seorang warga yang rumahnya terdampak longsor mengaku kaget saat tiga rumah tetangganya ambruk secara tiba-tiba pada waktu bersamaan. Sementara rumah Tamsil mengalami ambruk sebagian, ia dibantu warga langsung melakukan pembongkaran untuk menyelamatkan material yang masih bisa diselamatkan, sebelum terjadi longsor susulan.

Tamsil telah mengevakuasi keluarganya dan memilih mengontrak rumah di sekitar lokasi, untuk tempat tinggal sementara. "Ngungsi di dalam, ngontrak aja dulu," ujar Tamsil.

Kapolsek Loa Kulu, Iptu Aksaruddin Adam mangatakan, saat ini pihaknya akan berkoordinasi dengan warga sekitar dan instansi terkait agar ada pengalihan jalan.

Kepolisian juga akan berkoordinasi dengan perusahaan, sehingga kendaraan besar bisa menggunakan jalur alternatif milik perusahaan. "Nanti kami akan berkoordinasi dengan perusahaan, karena kalau dibiarkan ini akan semakin terkikis. Karena di sini aktivitas alat berat luar biasa," jelas Aksar.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, belum diketahui total kerugian yang dialami warga. Saat ini warga yang berada di sekitar lokasi diimbau agar mengungsi sementara. (fdl)

Penulis: Redaksi STV.CO.ID

Artikel Terkait