`

Viral Live FB Pemuda Dijejali Celana Dalam, Ini Klarifikasi Pengunggah

Viral Live FB Pemuda Dijejali Celana Dalam, Ini Klarifikasi Pengunggah

STV.CO.ID, Samarinda – Jagat maya Kota Tepian digegerkan sebuah potongan video seorang pemuda diduga berkebutuhan khusus, dijejali celana dalam. Video yang diunggah di grup jejaring sosial Facebook itu pun mengundang reaksi dari warganet, Kamis (19/9/2019).

Kehebohan itu berawal saat MA menggunakan akun Facebook bernama “Mimi” yang tidak lain milik keponakannya, menyiarkan penangkapan terduga pencuri di rumah milik orang tua MA, di Dusun Gunung Habang, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara. Penangkapan itu ia siarkan ke grup Facebook Bubuhan Samarinda.

“Saya spontan saja, supaya yang lain berhati-hati dengan orang ini,” tulis MA saat dikonfirmasi melalui messenger. Namun bukan respons positif yang MA dapat, ia justru menjadi bulan-bulanan warganet. Ia dituding bertindak berlebihan, karena menjejali celana dalam kepada orang berkebutuhan khusus.

“Mudahan da yg Mau Laporkan Mimi orang gunung habangg yg live tadi.. Kada tau beradab dah tau anak orang kekurangan, (Autis) SEMPAK Diganjal dimuntung ..parah ..Kekanak yg biasa bejalan Pakai helem di pom bensin Lama Loa Duri,“  tulis akun Dhan Slankuters di laman Facebooknya menyertakan tangkapan layar video siaran langsung dan profil akun yang MA pakai.

Dikonfirmasi atas tudingan yang dialamatkan padanya, MA mengelak telah melakukan tindakan berlebihan kepada orang berkebutuhan khusus. “Gangguan jiwa kayaknya, kalau orang berkebutuhan khusus tidak seperti itu. Karena saya juga mengasuh orang berkebutuhan khusus di rumah, dan tidak seperti itu,” bela MA.

STV mencoba mewawancarai lebih dalam apa sebenarnya yang terjadi, MA membagikan nomor teleponnya kepada redaksi STV. Namun setelah dihubungi, yang mengangkat adalah suami MA, yakni MY. “Dengan saya saja mas wawancaranya, karena istri sedang menidurkan anak. Kebetulan saya melihat langsung kejadiannya,” kata MY mengawali.

MY bercerita, berawal saat kakak iparnya RH, hendak ke Sungai Mahakam mengantar orang ke Tanjung Lao, sekira pukul 13.00 Wita. Saat melewati rumah orang tuanya di Jalan Gerbang Dayaku, Gunung Habang, ia melihat ada helm di teras rumah orang tuanya. RH yang curiga lantas mengintip ke dalam rumah, dan mendapati seseorang tengah mengobrak-abrik lemari.

“Kebetulan mertua saya sedang ke Bakungan bangun rumah di sana, jadi kondisi saat itu rumah sedang kosong. Kok bisanya dia buka rumah itu, padahal kunci rumah itu ditaruh di tempat khusus,” kata MY.

Saat disatroni RH, pemuda yang kemudian diketahui bernama BM itu pun melarikan diri. RH mengabari MY jika rumah mertuanya dimasuki orang. Keduanya pun mengejar menggunakan sepeda motor. Setelah berhasil mengamankan, pelaku dibawa kembali ke rumah mertuanya untuk diinterogasi.

Saat diperiksa, didapati empat lembar celana dalam berada di kantong celana BM. MY, mengakui istrinya yang menyiarkan ke Facebook dengan akun keponakannya. Tapi dia membantah jika istrinya yang menjejali mulut BM dengan celana dalam.

“Bukan istri saya yang melakukan, saya tidak tahu orangnya karena waktu kejadian banyak orang yang singgah. Bahkan ada yang mau memukul, tapi kami tahan,” ungkap MY.

Senada dengan MA, MY juga membantah jika yang mereka amankan itu orang berkebutuhan khusus. “Bukan, seperti orang-orang stres begitu. Saya tahu dia warga Jembayan juga,” katanya.

Tidak berapa lama anggota kepolisian dari Polsek Loa Kulu datang ke lokasi kejadian untuk menjemput BM menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kejadian tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.

Namun permasalahan lain pun muncul setelah video siaran langsung MA menggunakan akun keponakannya viral di jejaring sosial. MY mengaku keponakannya syok karena menjadi korban perundungan dari warganet Kota Tepian.

“Semoga bisa diluruskanlah, Mas. Kasihan keponakan saya sampai sekarang tidak bisa makan gara-gara dibully netizen, padahal mereka tidak tahu kejadian sebenarnya,” tutup MY. (ftr)

Penulis: Redaksi STV.CO.ID

Artikel Terkait