Pengertian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Fungsinya

Posted on

Pengertian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Fungsinya – Kondisi pasar modal yang dinamis tentunya menuntut investor untuk menganalisa dengan cermat pergerakan harga yang sulit diprediksi. Bagi para profesional, baik teknikal maupun fundamental, IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan tetap menjadi salah satu acuan atau benchmark ketika mempertimbangkan kondisi pasar saat ini.

Dalam konteks yang lebih luas, indeks saham juga merupakan ukuran kinerja pasar modal suatu negara. Begitu juga dengan IHSG. Untuk lebih jelasnya mengenai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), berikut penjelasannya.

Apa itu Indeks Saham?

Sebelum membahas IHSG, berikut adalah pembahasan singkat tentang apa itu indeks saham. Indeks pasar saham adalah ukuran statistik yang memberikan gambaran pergerakan harga pada sekelompok saham yang dipilih berdasarkan kriteria dan metode tertentu dan dievaluasi secara berkala.

Ada beberapa tujuan dan manfaat dari indeks saham itu sendiri, salah satunya adalah untuk mengukur sentimen pasar sebagai ukuran portofolio aktif dan sebagai proksi untuk membangun model untuk mengukur pengembalian investasi, risiko sistematis dan kinerja dari portofolio.

Apa itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)?

Dari penjelasan di atas, Anda sudah memiliki gambaran kecil tentang indeks saham. Lalu bagaimana dengan IHSG? Umumnya, ada lebih dari satu indeks saham di pasar saham dunia. Misalnya di Amerika Serikat ada beberapa indeks seperti S&P 500, Dow Jones dan Nasdaq.

Hal ini juga berlaku di Indonesia, BEI atau Bursa Efek Indonesia memiliki berbagai indeks diantaranya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau yang juga dikenal dengan IHSG. IHSG pertama kali diperkenalkan pada 1 April 1983.

Selain IHSG, masih banyak indeks lainnya, seperti indeks LQ45, Jakarta Islamic Index (JII), indeks sektor dan indeks individu. Selain indeks utama, ada indeks lainnya, yakni Kompas-100 dan Bisnis-27.

Sedikit penjelasan, Indeks Kompas 100 merupakan indeks saham yang terdiri dari 100 saham perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Indeks ini resmi diterbitkan bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan surat kabar Kompas.

Tidak jauh berbeda, Bisnis-27 juga sama. Bisnis-27 merupakan indeks kerjasama BEI dengan PT Jurnalindo Aksara Graphics (penerbit surat kabar Business Indonesia).

Singkatnya, IHSG merupakan salah satu indeks saham yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia sebagai indikator pergerakan harga saham di BEJ.

Perbedaan IHSG dengan banyak indeks saham lainnya

Catatan lain, jika IHSG adalah rata-rata seluruh saham di BEI, maka indeks LQ45 hanya memuat atau menghitung 45 saham teratas. Jakarta Islamic Index (JII) berbeda. Indeks saham ini hanya memuat 30 saham dengan kriteria syariah yang ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI.

Ada juga indeks industri. Seperti namanya, indeks ini berisi berbagai saham berdasarkan peringkat atau bisnis yang serupa.

Fungsi IHSG

Sebagaimana dijelaskan di atas, IHSG memiliki fungsi yang kurang lebih tidak jauh berbeda dengan indeks pada umumnya, yaitu sebagai indikator pergerakan arah pasar, mengukur tingkat pendapatan, dan mengukur kinerja dompet saham. Berikut penjelasan lengkapnya.

  1. IHSG sebagai indikator arah pasar
    Secara umum, IHSG berfungsi sebagai nilai representatif untuk rata-rata kelompok saham tertentu. Padahal, nilai ini merupakan perhitungan rata-rata dari hampir semua judul BEJ.

Oleh karena itu, wajar jika IHSG sering menjadi indikator dasar untuk melihat tren umum pasar saham. Caranya sederhana, jika ingin melihat keadaan pasar saham saat ini, Anda hanya perlu memperhatikan pergerakan angka IHSG.

Saat IHSG menghijau, berarti sebagian harga saham BEI mengalami kenaikan dan sebaliknya. Terkadang naik turunnya IHSG yang terjadi tidak mencerminkan dengan baik nilai-nilai yang dikandungnya.

Kenaikan dan penurunan ini mungkin melebihi apa yang digambarkan oleh IHSG. Bisa juga kondisi yang dihadapi berlawanan dengan arah pergerakan IHSG.

  1. Indikator tingkat kemenangan
    IHSG juga sering digunakan sebagai alat untuk menghitung rata-rata win rate. Sebagai contoh, IHSG 2008 memiliki peringkat Rp. 1.400 Setelah lima tahun, nilainya meningkat menjadi Rp 4.400, sehingga rata-rata pengembalian investasi pasar modal Anda dihitung sebagai berikut: (4.400-1.400) / 1.400 * 100% = 214%.

Jadi pengembalian investasi Anda di pasar saham selama lima tahun adalah 214% atau 42,8% per tahun. Keuntungan ini ditambahkan ke pendapatan dividen.

  1. Sebagai ukuran kinerja portofolio
    Tentu saja, Anda juga dapat menggunakan nilai ini untuk mengukur kinerja portofolio investasi Anda hingga saat ini. Katakanlah Anda memiliki beberapa reksa dana atau portofolio saham. Kemudian Anda dapat membandingkan kinerja Anda dengan nilai IHSG.

Sebagai contoh, hasil perhitungan IHSG menunjukkan peningkatan sebesar 214% atau 42,8% selama lima tahun terakhir. Tentu saja, jika nilai portofolio reksa dana atau ekuitas Anda berkinerja buruk, itu pertanda Anda perlu memikirkan kembali strategi investasi Anda.

Ini adalah beberapa pernyataan tentang apa itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan apa fungsinya. Ini bisa berguna!

Source : ktjrestangsel.id